Minggu, 31 Januari 2021

RAPAT ANGGOTA TAHUNAN (RAT)

KOPERASI DUADUA

TAHUN BUKU 2020


Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Duadua tahun buku 2020 dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2021 bertempat di ruang kelas SMPN 22 Kota Bengkulu, RAT diikuti oleh 29 anggota aktif dan 1 orang anggota lama yang masih berhak mendapatkan SHU, juga dihadiri oleh kepala SMPN 22 Kota Bengkulu, dua orang anggota yang tidak hadir atas nama Okdina Yulienasara, S.Pd. dan Sudiro. Acara dimulai pukul 10.30 yang dipandu oleh pembawa acara Lindawati (sekretaris). Acara diawali dengan permohonan maaf dari sekretaris karena salah pengetikan tanggal di surat undangan, seharusnya ditulis tahun 2021 namun karena kesalahan dalam menghapus angka nol malah yang terhapus angka dua sehingga tertulis angka 2010. 



Acara diawali dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah subhahuwata’ala dan  mengirimkan salawat beserta salam kepada junjungan Nabi besar Muhammad sallahualaihiwasalam, selanjutnya pembawa acara membacakan susunan acara (jadwal kegiatan) sebagai berikut :

1.     1.  Pembukaan

2.      2. Pembacaan Doa

3.      3. Sambutan kepala SMPN 22 Kota Bengkulu

4.      4. Laporan pengurus

5.      5. Tanggapan anggota atas laporan pengurus

6.      6. Foto bersama

7.      7. Pembagian kenang-kenangan dan SHU.

Kegiatan RAT dibuka dengan sama-sama membaca lafadz basmalah dan dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh salah seorang Badan Pengawas Koperasi yaitu bapak Edi Haryanto, S.Pd. Selanjutnya  kepala SMPN 22 Kota Bengkulu (Ibu Septalena, S.Pd.) memberikan kata sambutan. Dalam sambutannya kepala sekolah berterima kasih kepada ketua koperasi yang telah mengundangnya pada kegiatan RAT. Selanjutnya kepala sekolah memohon maaf karena tidak bergabung menjadi anggota. Di akhir sambutannya kepala sekolah  berharap semoga koperasi Duadua maju dan berkembang.


Setelah sambutan kepala sekolah, acara dijeda sesaat untuk istirahat makan snack. Saat istirahat ini dimanfaatkan oleh anggota untuk saling bertukar cerita, karena anggota koperasi Duadua tidak hanya berasal dari warga SMPN 22 yang masih aktif namun banyak juga guru maupun kepala sekolah yang tidak bertugas di SMPN 22 tepat setia menjadi anggota koperasi Duadua. 


Setelah istirahat sejenak, acara dilanjutkan kembali dengan laporan pengurus Koperasi Duadua yang disampaikan oleh ketua Koperasi Ibu Siti Latifah, A.Md. Dalam laporannya, ketua menyampaikan :

I.                   Keanggotaan

Jumlah anggota aktif sampai dengan 31 Desember 2020 adalah 31 orang, di bulan Januari 2021 ada penambahan 2 (dua) orang anggota baru atas nama Hirwandi, S.Pd. dan Yunila Kurniawati, S.Pd.

II.                Organisasi

Pengurus Koperasi Duadua menduduki jabatan selama 3 (tiga) tahun, yaitu 2020 – 2023 dengan susunan pengurus sebagai berikut : 

Badan Pengawas                           : Rindi Hartono, S.Pd.

Badan Pengawas                           : Edi Haryanto, S.Pd.

Ketua                                            : Siti Latifah, A.Md.

Sekretaris                                      : Lindawati, S.E.

Bendahara                                     : Eva Avrianti, S.Pd.

III.             Keuangan

Selama tahun 2020 keadaan kas Koperasi Duadua sebagai berikut :

a.       Jumlah simpanan                     : Rp. 112.580.000,-

b.      Jumlah pinjaman                     : Rp. 102.800.000,-

Saldo                                       : Rp.     9.780.000,-

c.       Penerimaan SHU

1.      SHU Simpan pinjam         : Rp.   14.850.000,-

2.      SHU penjualan & jasa       : Rp.        305.300,-

Total SHU                         : Rp.   15.155.300,- 

IV.             Kewajiban Anggota

1.      Membayar sipanan pokok di awal menjadi anggota sebesar Rp. 50.000,-

2.      Membayar simpanan wajib setiap bulan sebesar Rp. 50.000,-

3.      Membayar bunga pinjaman sebesar 1 % (satu persen) dari pokok pinjaman setiap bulan.

4.   Bagi anggota yang angsuran pinjaman tidak dipotog gaji, maka pembayaran angsuran paling lambat tanggal 10 setiap bulannya.

5.    Bagi anggota yang  ingin mengajukan pinjaman, harap mengisi blanko pinjaman minimal sebulan sebelum jangka waktu pinjaman.

6.   Pinjaman akan diberikan setelah bendahara menerima setoran angsuran dari anggota, jadi harap bersabar bagi anggota yang akan mengajukan pinjaman (jangan mendesak-desak bendahara ya) 

V.                Hak Anggota

1.      Anggota berhak menerima SHU setiap tahunnya

2.      Anggota berhak untuk menduduki jabatan kepengurusan secara bergantian

3.      Anggota berhak mengajukan pinjaman maksimal sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dengan jangka waktu pengembalian 10 bulan.

4.      Anggota berhak mengundurkan diri dari keanggotaan, dengan  mengajukan permohonan 3 bulan sebelumnya.

 Setelah penyampaian laporan oleh ketua, dibuka ruang diskusi untuk peserta menanggapi laporan dari pengurus. Beberapa usulan dari anggota sebagai berikut :

1.      Ibu Tati Satri Hayani, S.Pd.

Usulan agar jangka waktu peminjaman diperpanjang lebih dari 10 bulan.

2.      Ibu Sarma Hayati, S. Pd.

Kalau anggota mau kredit barang, bagaimana aturannya

3.      Bapak Rindi Hartono, S.Pd.

Dikarenakan koperasi kita sudah lama berdiri sejak tahun 2007, bagaimana kalau kita daftarkan ke Dinas Koperasi Kota Bengkulu dengan membuat Badan Hukum sehingga nanti bisa mendapat bantuan dan pembinaan dari Dinas Koperasi.

 

Pertanyaan dibatasi tiga penanya atau penanggap dulu, kemudian langsung dibahas berama anggota. Berikut ulasannya :

1.      Ibu Siti Latifah, A. Md. (ketua)

Semua keputusan kami serahkan kepada keputusan anggota

2.      Ibu Zaini

Menanggapi usulan Pak Rindi mengenai Badan Hukum (BH), secara keanggotaan koperasi kita belum memenuhi syarat, kemudian setiap bulan kita harus membayar pajak. Bunga pinjaman terpaksa dinaikkan karena kita berkewajiban menyetor kepada Dinas Koperasi.

3.      Ibu Bainis, S.Pd.

Menanggapi usulan Ibu Tati mengenai perpanjagan waktu pinjaman, sebaiknya tetap 10 bulan agar dana kita cepat berputar.

4.      Bapak Baharuddin, S.Pd.

Untuk pendaftaran Badan Hukum, jika anggota kita belum mencukupi maka kita bersama-sama bisa melengkapi jumlah anggota. Secara modal, organisasi dan laporan kepengurusan koperasi kita sudah cukup bagus dan bisa didaftarkan ke Dinas Koperasi.

5.      Usulan dari beberapa anggota untuk menaikkan bunga pinjaman dan besar simpanan wajib.

 

Kesimpulan dari diskusi anggota adalah :

1.      Jangka waktu peminjaman tetap 10 (sepuluh) bulan

2.      Bunga pinjaman tetap 1% (satu presen) per bulan

3.      Besar simpanan wajib Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) per bulan, akan dinaikkan secara bertahap mulai tahun depan.

4.      Usulan pembuatan Badan Hukum akan dijajaki kembali oleh Pak Baharuddin, S. Pd., jika lebih menguntungkan anggota maka akan didaftarkan ke Dinas Koperasi, namun jika lebih memberatkan anggota maka Koperasi Duadua tetap akan bertahan seperti ini.

5.      Kredit barang akan dilakukan dengan akad jual beli, bukan penetuan besaran bunga. Maksimal pembelian barang sama dengan maksimal pinjaman (sepuluh juta dengan jangka waktu sepuluh bulan).

Setelah selesai forum diskusi dan tanggapan anggota,  kemudian seluruh anggota menerima dan menyetujui laporan yang disampaikan oleh pengurus. Namun masih ada salah seorang peserta rapat ingin menyampaikan keresahannya. Ibu Eva Avrianti, S. Pd. selaku bendahara koperasi menyampaikan keberatannya untuk menjadi bendahara mengingat saat ini Ibu Eva sudah pindah tugas ke SMPN 1 Kota Bengkulu dan meminta agar dirinya berganti peran dengan sekretaris, namun hal tersebut tidak disetujui oleh semua peserta rapat dan pada akhirnya usulan Ibu Eva ditolak oleh seluruh peserta sehingga tidak ada pergantian kepengurusan.





Acara dilanjutkan dengan berfoto bersama dan pembagian kenang-kenangan. Pada sesi pembagian kenang-kenangan ini semua anggota merasa riang gembira, karena hadiah atau kenang-kenangan yang diterima anggota merupakan pilihan anggota sesuai kebutuhan masing-masing, dan bukan sistem undian karena jika sitem undian maka tentunya ada peserta yang gembira dan ada yang bersedih karena mendapat hadiah tidak sesuai keinginan. Setiap anggota berhak memilih hadiah senilai empat puluh ribu rupiah, jika kebutuhan barang melebihi nilai   Rp. 40.000,- maka anggota menambah sejumlah uang yang kurang. Hadiah yang dipilih anggota beragam bentuk dan jenisnya mulai dari termos air panas, penanak nasi, penyimpan beras, sendok makan, gelas dan cangkir, wadah serbaguna, keranjang dan gantuan pakaian, termasuk juga sembako. Diharapkan tahun-tahun berikutnya hadiah yang diterima anggota nilainya lebih besar.  




Kegiatan RAT tahun 2020 diakhiri dengan pembagian SHU masing-masing anggota, sebelum RAT diakhiri ada penambahan satu orang anggota baru atas nama Fariz (bu Rini) sehingga jumlah anggota Koperasi Duadua sampai saat ini sebanyak 34 (tiga puluh empat) orang.

Acara ditutup dengan membaca lafadz hamdallah, pada pukul 13.00 WIB. Alhamdulillahirobil’alamin.

Sampai jumpa pada RAT tahun 2021.Terimakasih.

Hormat kami,

Pengurus Koperasi Duadua. 

Jumat, 13 November 2020

Cerpen

 Gerimis di Senja Hari

Tok..tok…tok….

Terdengar suara pintu diketuk, namun tanpa ucapan salam. Bergegas adek Bintang keluar…..tak lama berselang, si adek menghampiri bunda yang lagi telponan sama Omcep.

“Enggak tau siapa Nda, bapak2”, ucap Bintang seperti menyampaikan laporan setelah menerima si Bapak dan mempersilakannya untuk duduk di teras.

Bergegas kupakai baju gamis dan jilbab panjang yang sengaja kutarok di dekat pintu samping agar mudah untuk menutup aurat saat keluar ada tamu ataupun saat keluar jika seandainya terjadi situasi darurat seperti gempa bumi. Ya…gempa bumi. Daerah tempat tinggal kami yang berada di patahan sesar mentawai sangat sering terjadi gempa bumi, jadi kami selalu harus siaga bencana.

Saat pintu samping kubuka, dugaanku tidak meleset….Benar yang datang adalah Bapak Aryo. Sudah lama bapak ini tak muncul, alhamdulillah dia datang dalam keadaan sehat.

Segera kuakhiri percakapan telpon dengan adikku dengan alasan ada tamu dan hari menjelang adzan maghrib.

“Apa kabar, Pak?” Sapaku..

“Baik bu, saya jalan kaki dari rumah berangkat jam 5 sore” ucap si bapak sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.

“Iya  pak”, ucapku halus seolah menolak salamannya.

“Aduh pak maaf ya, saya mau sholat maghrib dulu” tolakku untuk mengusir si bapak secara halus. Namun terbersit dalam hati, kasihan sekali bapak ini jalan kaki dari jam 5 sore jauh-jauh dari talang kering datang ke sini masa kutolak mentah-mentah. Tapi saat kuingat kelakuan si bapak yang beberapa waktu lalu telah membohongiku, rasanya mau langsung kuusir si bapak.

Kutinggalkan bapak yang duduk di teras, dengan HP yang masih di genggaman, aku duduk di kursi dekat pintu samping.

“Saya numpang sholat di sini aja, bu” suara si bapak mengagetkanku.

“Aduh pak maaf, suami saya sedang tidak ada di rumah?’ ucapku beralasan.

Masa – masa pandemi Covid-19 ini mengharuskan kita untuk berhati-hati terhadap siapapun karena kita tidak tahu apakah seseorang membawa virus atau berstatus OTG (orang tanpa gejala) apalagi si bapak datang tanpa memakai masker. 

Sejenak kuberpikir, alangkah tidak manusiawinya diriku menolak si bapak untuk menunaikan kewajibannya. Namun aku juga keberatan untuk memasukkan seorang laki-laki ke dalam rumah disaat suami tidak berada di rumah, terlebih di masa pandemi. Mau kuanjurkan untuk ke masjid namun cuaca tidak mendukung karena hujan baru saja mengguyur bumi.

“Ya sudah bu, saya qodho saja nanti dengan sholat Isya”.

Astaqfirullah Ya Allah, berilah hamba-Mu petunjuk, apakah kubiarkan bapak ini menunggu di teras sampai hujan berhenti namun tidak mengerjakan sholat maghrib atau kuizinkan bapak ini masuk ke rumah.

“Kalau bapak mau sholat, silakan di kamar belakang aja pak!”

Bergegas si bapak masuk. Kupersilakan untuk berwudhu di luar, tidak kuizinkan untuk masuk ke kamar mandi karena anak-anak juga mau berwudhu. Kubentangkan sajadah merah di kamar belakang.

Selama si bapak sholat, kupersiapkan cemilan dan air putih, sengaja tak kubuatkan kopi karena aku ingin bapak ini segera pulang.

“Ini pak silakan minum dan ada cemilan, kalau bapak tidak mau makan di sini dibawa pulang saja pak” usirku secara halus.

“Di rumah enggak ada yang makan, bu”

Sontak aku kaget, kupikir apa yang terjadi dengan istri si bapak yang dia ceritakan sedang sakit beberapa waktu lalu.

“Cuma saya dan ibu yang di rumah, si Ani kuliah, Aryo kerja bu” ucap bapak melanjutkan kalimatnya.

Lega hatiku mendengar bahwasannya si ibu baik-baik saja.

“Si Ani sudah kuliah ya pak?”

“Iya bu di sana di madrasah apa itu”

“Oh di STAIN ya pak?”

Ani dan Aryo adalah kakak beradik yang merupakan siswaku. Keadaan ekonomi keluarga yang kurang menguntungkan ditambah dengan kedatangan Ani ke sekolah  yang sering terlambat, membuat aku menaruh perhatian lebih terhadap dua kakak beradik ini.

Aryo sang kakak telah menamatkan sekolahnya terlebih dahulu. Selama di sekolah Aryo banyak aktif di kegiatan ekstra kurikuler Pramuka. Beberapa piala yang dibawa Aryo dan timnya menghantarkan sekolah kami menjadi juara umum saat perkemahan di tingkat provinsi. Kemampuan kepemimpinan Aryo cukup baik. Namun sayang selepas SMP, dia tidak mampu menamatkan SMK-nya karena harus bekerja membantu orang tuanya.

Ani seorang yang pendiam, dia termasuk siswa yang kurang percaya diri. Kehadirannya yang sering terlambat membuat Ani sering menjadi bahan olokan teman-temannya. Sering kuajak curhat di ruang BK untuk sekedar menanyakan apa kendala yang membuat Ani sering terlambat ataupun bertanya keadaan orang tuanya. Ibu Ani sakit-sakitan, bapak kerja serabutan, tinggal menumpang di rumah orang.  Berkat dukungan moril dan materil dari segenap guru di SMPN 22 Kota Bengkulu akhirnya Ani bisa menamatkan SMP-nya dengan baik. Selepas SMP Ani direkomendasikan oleh Ibu Tresia Lestari, S.Pd.I. (guru Pendidikan Agama yang juga merupakan tetangga Ani) untuk melanjutkan pendidikan ke pesantren Al-Karim dengan beasiswa. Sekarang mendengar cerita kalau Ani sudah kuliah, perasaan bangga dan haru muncul di hati.   

Ada kekhawatiranku terhadap keluarga ini. Beberapa kali sang bapak datang ke rumah, dengan prolog yang selalu sama ketika membuka pembicaraan : ”saya ke sini jalan kaki bu”. Entah benar atau tidak, entah hanya ingin menaruh rasa simpatiku si bapak mengawali setiap ceritanya dengan kalimat itu. Kubayangkan perjalanan  sekitar lima kilometer yang  ditempuh oleh bapak paruh baya dengan postur tubuh yang kurus. Langsung kusodorkan air mineral yang tersedia di ruang tamu saat si bapak baru duduk di teras, kuberi kode juga kepada anak gadis untuk segera membuatkan air kopi untuk si bapak.

“Saya mau nebus obat buat istri saya, bu” ucap si bapak memulai pembicaraan.

“Oh istri bapak sakit apa, kenapa tidak berobat ke puskesmas, kan obatnya gratis?”

“Obat puskesmas enggak sembuh-sembuh bu”

‘Ada kerjaan enggak buat saya, bu?” Coba ibu tanya sama suami ibu ada enggak kerjaan untuk saya.” Saya bisa nggali sumur, bisa nukang, bisa berkebun bu”.

“Sebentar ya pak saya telpon suami saya dulu”.

Setelah selesai menelpon suami, saya sampaikan pesan dengan si bapak :

“Besok bapak datang ke kebun kami yang dekat sekolahan ya pak, tolong bersihkan kebun kami. Ini ongkos buat nanti pulang, ini ongkos untuk ke kebun besok dan ini uang upah membersihkan kebun. Bapak bawa alat sendiri dari rumah ya, bapak punya parang dan cangkul, kan?”

“Iya bu terimakasih, besok saya biar pakai sepeda saja ke kebun ibu” ucap sang bapak sambil mengambil beberapa lembar uang kertas yang kusodorkan.

Terlihat raut bahagia di wajah yang sudah tidak muda lagi itu. Ada rasa bahagia ketika membuat orang lain bahagia. Salam buat ibu ya pak, mudah-mudahan ibu cepat sembuh.

…….

Itulah kedatangan terakhir sang bapak jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda negeri ini. Dan datang lagi ya sore tadi menjelang maghrib di tengah guyuran hujan.

Ada rasa kesal di hati karena sang bapak telah berbohong. Janjinya untuk membersihkan kebun tak ditepatinya dan uang upah jatah dua hari kerja yang sudah dibayarkan di awal tak tahu lagi ceritanya.

Eh tiba-tiba  senja ini beliau nongol.

Jengkel juga kalau ingat kelakuan si bapak, padahal beberapa kali dia datang ke sini selalu kami sambut dengan baik dan memperlakukannya dengan layak. Tak lupa pula kutitipkan salam tempel untuk istrinya, namun kenapa bapak ini tega membohongi kami.

Sebenarnya sudah ada beberapa teman yang menceritakan sikap si bapak ini, sama seperti yang kualami. Mereka jera membantu si bapak karena kebiasaan berbohongnya.

Namun setiap kali si bapak bertamu, ada dorongan dalam hati, siapa tahu dengan keluarga kami si bapak bisa berubah. Ya siapa tahu Allah menitipkan si bapak kepada kami untuk dibimbing dan dititipi rezeki. Dan akhirnya omongan dan pengalaman teman-teman aku abaikan.

“Silakan diminum pak, ini cemilannya dibawa pulang saja untuk ibu” ucapku seraya memasukkan kue semprong ke dalam kantong asoy. “Ini untuk ongkos pak, salam buat ibu ya pak” ucapku seolah mengusir. Aku tidak mau bapak ini berlama-lama di rumahku, apalagi nanti kalau dia sudah bercerita. Yang kutakutkan adalah dengan bapak banyak cerita, akan banyak pula kebohongan yang ia ucapkan. Ah aku tidak mau membiarkan orang berbohong.

“Iya terimakasih ya bu saya pamit pulang”.


Rabu, 21 Oktober 2020

Tugas Akhir PembaTIK Level 4 Tahun 2020

Sahabat, berikut ini tugas akhir PembaTIK (Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi) Level berbagi tahun 2020 dengan tema "Mengusir Kebosanan PJJ dengan Belajar Asyik Bersama Portal Rumah Belajar".

Alhamdulillah seluruh aktivitas di PembaTIK level 4 telah saya selesaikan. Saya mohon dukungan dari sahabat semua untuk mendukung  media sosial saya dengan menonton, memberikan komentar, menyukai, mengikuti  media sosial saya berikut ini :

- Youtube :  https://www.youtube.com/channel/UCE-c0XjQSWwocUqqwyy8aoQ

- Facebook : https://www.facebook.com/lindawati.noerwawi

- Instagram : https://www.instagram.com/lindawatinoerwawi?r=nametag

Terimakasih.

Salam Rumah Belajar.

Dengan rumah belajar kita bisa belajar dimana saja, kapan saja dengan siapa saja.

#Pusdatin Kemendikbud

#PembaTIK2020

#DutaRumahBelajar2020

#RumahBelajar2020

#BerbagiTIK 

Selasa, 20 Oktober 2020

Mengusir Kebosanan PJJ dengan Pemanfaatan Portal Rumah Belajar (Sosialisasi dengan Siswa/siswi)

Sahabat, Memanfaatkan sisa waktu di akhir masa PembaTIK level 4 ini saya mengajak siswa dari kelas 7, 8 dan 9 untuk sosialisasi melalui zoom meeting. Kegiatan yang dibuka oleh Ibu Septalena, S.Pd. selaku kepala sekolah ini dihadiri oleh lebih dari 75 siswa dan guru SMPN 22 Kota Bengkulu.

Kegiatan yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya ini saya lakukan untuk mengobati kerinduan siswa/siswi untuk bertatap muka antar teman walaupun secara virtual. Setelah menyanyikan lahu Indonesia Raya, moderator mengajak partisipan  untuk berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Langkah ini sengaja diambil untuk mengingatkan siswa terhadap 5 nilai dalam PPK (Pengembangan Pendidikan Karakter) diantaranya mengembangkan sikap/karakter religius, nasionalis dan mandiri.

Dalam sambutannya Ibu kepala sekolah mengingatkan para siswa agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan tetap bersemangat dalam menjalani Pembelajaran Jarak Jauh ini. "Dengarkan penjelasan mengenai Portal Rumah Belajar yang akan disampaikan oleh Ibu Linda sebagai Sahabat Rumah Belajar dan jika kalian mengalami kesulitan atau ada hal yang ingin didiskusikan, silakan menghubungi Ibu Linda sebagai guru BK kita.", pesan Ibu kepala sekolah kepada siswa/siswi yang sudah lama dirindukan ini.

Sahabat, Sebagai guru Bimbingan dan Konseling saya juga mengingatkan para siswa agar tetap semangat dalam menjalani PJJ, pandai-pandai membagi waktu, manfaatkan masa BDR ini untuk kegiatan yang positif dan memandirikan siswa. Di kegiatan inti saya mensosialisasi portal rumah belajar, fitur-fitur yang terdapat di portal rumah belajar dan cara mengkases portal rumah belajar baik melalui telepon pintarnya (smart phone) maupun melalui laptop. 

Dalam setiap kesempatan saya juga berinteraksi dengan siswa dengan mengajak siswa untuk menuliskan beberapa kata di kolom chat dan memberikan games dengan mengajak siswa memegang hidung ataupun jidat. Langkah ini sangat disenangi siswa karena dapat mengusir kebosanan setelah mendengarkan penjelasan dari nara sumber. 

Kegiatan yang berlangsung selama hampir 2 jam ini juga dihadiri oleh beberapa guru SMPN 22, siswa dipersilakan untuk bertanya dengan menuliskan pertanyaan di kolom chat, dan guru memberkan penjelasan secara langsung kepada siswa.









Senin, 19 Oktober 2020

 Malam ini saya mengikuti kegiatan webinar "Ngopi Pahit (Ngobrol Inspirasi Paling Hits)" sesi PIC Tutor Sharing.

Sahabat, banyak keseruan dan ilmu yang sangat bermanfaat dari para nara sumber yang terdiri dari Bapak Yan Setiawan, Bapak Amar Nugraha, Bapak Irfana Steviano, Ibu Ai Sri  Nurhayati, Ibu Eni Susilowati dan  Ibu Yane Hendarrita   dan juga tentunya dengan Keynote speaker Bapak Dr. Sumarno.


Layar zoom yang sangat sayang untuk dilewatkan walaupun tugas PembaTIK level 4 sudah mendekati deadlinenya. Ilmu, dan cerita pengalaman para tutor sangat menginspirasi para SRB yang mengikuti "Ngopi Pahit" malam ini. Ditambah lagi dengan penyampaian materi yang sangat interaktif dan dipandu oleh para Duta Rumah Belajar tahun 2019 membuat saya enggan untuk beralih taskbar hingga akhir acara.

Sesi kuis yang dinanti akhirnya datang juga. Dengan mempersiapkan diri semaksimal mungkin, saya berusaha menjawab pertanyaan yang diberikan Bapak Dr. Sumarno melalui aplikasi permainan kahoot. Di awal permainan saya berada di posisi ke-17, namu setelah beberapa pertanyaan berikutnya saya bisa mencapai podium dan berada di urutan ketiga. Dengan perasaan hati yang senang dan gembira, saya yakin bisa bertahan menjadi pemenang. Namun sayang sekali sahabat, di pertanyaan akhir justru saya tergeser dari podium dan menempati peringkat keempat. Wah kecewa iya dong, tapi ingat lagi bahwasannya ini hanyalah sebuah permainan dan diambil hikmahnya saja, hehehe... maaf ding diambil happy nya saja.

Rasa kecewa dan penyesalan karena salah menjawab langsung terobati saat Pak Sumarno menyatakan akan diambil 18 pemenang. Wah bangga dong jadi peringkat keempat dan langsung menuliskan nomor HP di kolom chat. Namun sahabat namanya belum rezeki untuk mendapatkan hadiah dari Pak Marno -sapaan akrab beliau-   ternyata hadiah keempat dan seterusnya dibatalkan dan akan dipersiapkan untuk acara "Ngopi Pahit" berikutnya.

Tidak apalah tak dapat hadiah, namun dari kegiatan ini saya mendapatkan ilmu dan motivasi yang sangat  bermanfaat dari bapak ibu para tutor dan Duta Rumah Belajar malam ini.

Terimakasih. 


Minggu, 18 Oktober 2020

 Sahabat, salah satu momen yang saya senangi dalam webinar atau e-learning adalah saat sesi kuis atau games, apalagi jika saya keluar sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah. Sudah beberapa kali saya mendapatkan hadiah berupa pulsa dari kuis online, namun pernah juga kemenangan saya didiskualifikasi karena ternyata hadiah kuis tidak diperuntukkan untuk SRB (Sahabat Rumah Belajar).






Di hari minggu ini Alhamdulillah saya kembali menjadi pemenang kuis dan berkesempatan menjadi host dalam kegiatan "Guru BK Belajar" dengan tema Pemanfaatan Portal Rumah Belajar, Komik dan Teka-Teki Silang dalam Layanan Bimbingan dan Konseling, bersama nara sumber SRB Provinsi Bangka Belitung Bapak Dian Pranata, S. Pd. dan moderator Ibu
Lidya Ardiyan
, M.Psi. SRB Sumatera Utara.



Dalam pemaparan materinya, Pak Tama -panggilan akrab Dian Pranata, S.Pd.- memberikan materi yang sangat luar biasa, kami diajak langsung untuk membuat komik dan membuat Teka-Teki Silang yang bisa digunakan dalam pembelajaran dan layanan Bimbingan dan Konseling.
Tak mau membuang waktu, setelah selesai kegiatan webinar saya langsung membuat sebuah Teka-Teki Silang (TTS) dan meminta anak-anak dan suami untuk mengisi dan menjawab TTS tersebut.
Wah ternyata seru juga bisa membuat sendiri TTS dan bisa kita sesuaikan temanya dengan materi pembelajaran yang akan kita ajarkan.
Terimakasih kepada Ibu
Santi Nurmalahayati
, S.Pd., Ibu
Nurjanni Astiyanti
, S. Pd. M. Si., Ibu Ni'matus Sholihah, S. Pd. M. Psi. dan tentunya Ibu Lidya juga selaku creative directors Guru BK Belajar.




Terimakasih juga dan penghargaan setinggi-tingginya kepada ibu bapak dosen dan guru BK
hebat
, juga kepada Ketua PD ABKIN Sumatera utara serta Sahabat Rumah Belajar di seluruh nusantara.
Banyak ilmu yang didapat hari ini, semoga berkah bagi kita semua.
Komunitas Guru BK
Bersama, Berdaya, Berkarya, Bermakna.



Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar.
Merdeka belajarnya, Rumah Belajar portalnya, maju Indonesia.

Jumat, 16 Oktober 2020

Asyiknya Menjadi Moderator di Webinar Rumah Belajar

Menjadi moderator ternyata mengasyikkan sahabat. Bagaimana tidak, kita diberi kepercayaan penuh untuk membawa jalannya acara webinar dengan semangat, menghidupkan suasana dan memancing partisipan untuk menggali ilmu sebanyaknya dari para nara sumber.

 Berinovasi, berkolaborasi dan berbagi dalam mewujudkan kualitas pendidikan yang lebih baik.


  


  


Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar.
Merdeka belajarnya, rumah belajar portalnya, maju Indonesia.